05 Oktober 2019

Gofood Menyumbang 18 Triliun Ke Gojek

Gofood menyumbangkan Rp18 triliun untuk Gojek. Namun, Gojek tidak menyebutkan persentase Gofood dari total pendapatan Gojek ini.

“Jika ini adalah persentase, kami tidak dapat memberikan angka tertentu. Tetapi yang jelas bagi Gofood adalah bahwa kami telah menyumbang Rp18 triliun (untuk Gojek),” kata VP Corporate Affairs Ekosistem Pangan Perusahaan, Rosel Lavina menjelaskan kepada staf media di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (4/10)).

Namun, Rosel tidak mengungkapkan bahwa pendapatan Gofood dikumpulkan pada jam berapa. Sejak, sebelum CEO Gojek Nadiem Makarim diumumkan tahun lalu, Gofood berkontribusi Rp28,7 triliun.

Nadiem juga mengumumkan bahwa pendapatan terbesar mereka berasal dari Gofood dan Gopay. Gopay sendiri berkontribusi Rp90,4 triliun. Jadi, pada tahun 2018 sumber pendapatan terbesar untuk Gojek adalah Gopay. Transaksi Gofood tidak termasuk sepertiga dari transaksi Gopay. Total transaksi (GMT) of Things pada tahun 2018 berjumlah Rp126 triliun.

“Transportasi online […] hanya menyumbang kurang dari seperempat transaksi Gojek (GMV). Ini banyak makanan dan jauh lebih mahal,” katanya dalam wawancara dengan Nikkei Asian Review.

Dengan total pendapatan ini, Nadiem menganggap bahwa perusahaannya tidak perlu membuat layanan transportasi online mereka menguntungkan jika mengusulkan untuk menjual saham awal.

Lebih lanjut, diklaim oleh VP Corporate Affairs Ekosistem Makanan Gojek, Rosel Lavina mengatakan Gofood saat ini adalah layanan pengiriman makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Ini bisa dilihat dari jumlah opsi menu 12 juta dari 400 pedagang Asia Tenggara.

“Mengapa kita mengatakan bahwa kita nomor satu dan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara [Thailand dan Vietnam], mereka akan memilih Gofood dalam hal jumlah varian makanan tertinggi, jumlah yang paling beragam dari pedagang dan pengemudi kami juga dianggap lebih ramah dan berpengetahuan luas, “kata Rosel.

Sementara itu, menurut data internal Gojek, layanan pengiriman makanan Gofood mengendalikan 75 persen pangsa pasar Indonesia.

“Data internal kami menunjukkan bahwa kami memiliki 75 persen pangsa pasar di Indonesia,” lanjutnya.

“Jadi ini cukup untuk membuktikan posisi kami dan dari beberapa data internal kami telah menunjukkan bahwa kami memiliki 75 persen pangsa pasar di Indonesia,” lanjutnya.

https://ift.tt/31OO8pp
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Facebook Page

TRANSLATE

Translate This Page
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Entri yang Diunggulkan

Keunikan Pulau Kumala, Destinasi Wisata Dekat Ibu Kota Baru

SuaraKaltim.id – Pulau Kumala merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang dekat dengan ibu kota baru Nusantara. Pulau Kumala terletak...

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog