03 Maret 2020

Tokopedia Dan Bukalapak Merespon Maraknya Penjual Obat Antivirus Corona

Wabah virus korona telah menggunakan sejumlah penjual dengan meningkatkan harga masker kesehatan sejak Januari. Saat ini, obat antivirus korona banyak dijual di e-commerce. Tokopedia dan Bukalapak akan mengikuti masalah ini.

Berdasarkan pengamatan kami, ada banyak toko di platform Tokopedia yang menawarkan obat herbal atau obat antivirus korona. Masturoh Meat Shop, misalnya, menjual produk berjudul ‘Corona Virus / Anti-Malaria-Chloroquine / Cloroquin Primaquine’ seharga Rp 135.000, yang dijual dua kali.

Eko Jaya Store kemudian menjual produk yang disebut ‘obat anti virus corona’ seharga Rp 1.142.000. Produk ini masing-masing berisi 100 spirulina, cordyceps atau muncord, dan nonitrent.

Ada juga penjual di bawah tanaman obat anti-virus korona dengan biaya Rp. 100.000. Namun, toko bernama PT Luo tidak menjual produk-produk ini melalui platform Tokopedia.

Pimpinan Senior Tokopedia Komunikasi Eksternal Ekhel Chandra Wijaya mengatakan perusahaan aktif dalam memastikan bahwa tidak ada produk dengan judul dan / atau deskripsi yang dapat menimbulkan perselisihan publik. “Khusus untuk produk kesehatan,” katanya, pekan lalu (28/2).

Salah satu unicorn sebenarnya menerapkan kebijakan konten yang dibuat pengguna (UGC), sehingga mitra penjualan dapat mengunggah produk mereka dengan bebas. “Tapi kita harus mengambil tindakan proaktif untuk mempertahankan norma dan hukum yang ada,” katanya.

Dia mendorong pengguna untuk melaporkan produk dengan judul dan / atau deskripsi yang tidak pantas. Pelaporan dapat dilakukan secara langsung melalui fitur Laporan yang tersedia di setiap halaman produk.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Komunikasi Korporat Bukalapak Intan Wibisono. “Kami mengikuti tren mengumumkan (produk) dengan cara yang tidak tepat,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa perusahaan mengizinkan pedagang untuk menentukan harga produk dan strategi penjualan mereka. Namun, Bukalapak akan mematahkan para penjual mengambil keuntungan dari situasi pandemi untuk mendapatkan keuntungan yang tidak wajar.

Intan mengatakan perusahaan telah menyiapkan tim khusus untuk berurusan dengan penjual yang melanggar peraturan yang berlaku.

Berdasarkan pengamatan kami, banyak penjual di Bukalapak menjual produk yang disebut obat antiviral korona. Grosirdotcom, misalnya, menjual produk berjudul “Pencegahan Obat Anti Virus Corona oleh Penularan Virus Herbal Alami Corona” seharga Rp 1.050.000 dan Rp 525 ribu.

Kemudian toko resmi Anna Durachman menjual produk berjudul ‘Paket Obat-obatan Herbal Anti-Kekebalan Tubuh untuk Pencegahan Korona Corona dari Halal Resmi dan Dokter Resmi Bpom’ senilai Rp 975.000. Toko favorit menjual produk ‘Paket Anti Tubuh untuk mencegah Virus Corona Cocok untuk BPOM Pria dan Wanita Pemilu dan Pejabat’ dengan harga yang sama.

Sebelumnya banyak penjual e-commerce meningkatkan masker bedah dan N95 hingga lima kali lipat. Sejumlah perusahaan di pasar segera mengikutinya. Saat ini, pedagang menawarkan obat antivirus anti-korona yang tidak diuji kebenarannya.

Sumber: Kunjungi website
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Facebook Page

TRANSLATE

Translate This Page
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Entri yang Diunggulkan

Keunikan Pulau Kumala, Destinasi Wisata Dekat Ibu Kota Baru

SuaraKaltim.id – Pulau Kumala merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang dekat dengan ibu kota baru Nusantara. Pulau Kumala terletak...

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog