Tampilkan postingan dengan label Tools. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tools. Tampilkan semua postingan

24 Juli 2011

Komputer yang kita gunakan mungkin pernah mengalami kerusakan sistem (registry) sehingga tidak mau booting atau masuk ke windows. Kerusakan registry ini bisa terjadi karena banyak hal, seperti karena konflik software yang di install, komputer mati mendadak, virus dan sebagainya. Apa tandanya kerusakan registry dan bagaimana mengatasi jika hal ini terjadi ?

Yang pertama perlu diperhatikan adalah membaca apa pesan error atau peringatan (warning) ketika komputer bermasalah. Jika perlu, tulis apa tampilan terakhir atau pesan yang muncul di layar monitor (yang bisa kita gunakan untuk mencari solusi dari internet). Tidak semua error karena kerusakan registry windows. Kerusakan Registry windows biasanya ditandai dengan munculnya pesan seperti berikut :

  • Windows could not start because the following file is missing or corrupt: \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM atau \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE, atau \WINDOWS\SYSTEM32\ saja dan sejenisnya
  • Stop: c0000218 {Registry File Failure} The registry cannot load the hive (file): \SystemRoot\System32\Config\SOFTWARE or its log or alternate
  • System error: Lsass.exe
    When trying to update a password the return status indicates that the value provided as the current password is not correct.

Selain contoh pesan error diatas, mungkin masih banyak pesan sejenis yang ditampilkan ketika sistem/registry windows mengalami kerusakan. Jika komputer ketika booting atau restart hanya behenti di pesan error seperti diatas, maka bisa dicoba langkah mudah berikut:

  1. Restart Windows
  2. Kemudian tekan-tekan tombol F8 sampai muncul tampilan seperti berikut :

    Untuk Windows 7 :
  3. Dari pilihan yang ada, pilih Last Known Good Configuration (untuk windows XP ada ketarangan dalam kurungnya: your most recent setting that worked)
  4. Jika berjalan lancar seharusnya bisa kembali masuk ke windows

Setelah langkah diatas, mungkin ada beberapa program atau software yang belum lama di install tidak bisa berjalan sempurna. Hal ini karena bisa jadi backup data registry windows belum menyimpan konfigurasi software yang di install ini, sehingga software tersebut perlu di install ulang.

Jika langkah diatas tidak berhasil, maka mungkin harus dilakukan dengan langkah manual. Intinya adalah mengganti file-file registry windows yang rusak. File-file registry windows ini ada di lokasi c:\windows\system32\config, filenya adalah :

  • system
  • software
  • sam
  • security
  • default

File-file backup registry ini biasanya ada di folder C:\WINDOWS\repair. Untuk mengganti file-file diatas, bisa menggunakan bootable CD/flashdisk atau manual menggunakan windows repair, langkahnya bisa dilihat selengkapnya di support.microsoft.com

Share:

Manajemen File/Folder lebih mudah dengan Q-Dir


Windows Explorer mungkin merupakan salah satu aplikasi file/folder manager yang paling sering kita gunakan. karena selain bawaan windows, kita sangat familiar dengan antarmukanya. Tetapi kadang banyak hal yang tidak bisa kita dapatkan hanya dengan menggunakan Windows Explorer. Oleh karena itu, ada alternatif menarik yang bisa kita gunakan, yaitu Q-Dir.

Software gratis alternatif windows Explorer sebelumnya sudah pernah saya ulas (Freeware windows explorer replacement), beberapa memberikan fitur lebih dan tidak hanya menampilkan satu tampilan file/folder terapi biasanya 2 atau lebih. Termasuk Q-Dir, yang mungkin merupakan singkatan dari Quad-Dir / Quadro-Dir ( 4 Dir ), menampilkan sususan file/folder dalam 4 bagian.

Selain gratis, tersedia juga versi Portable dari Q-Dir sehingga langsung bisa kita jalankan melalui USB Flashdisk dan tidak perlu install. Dengan tampilan 4 panel maka memanajemen file/folder akan lebih mudah, terutama jika kita memerlukan akses secara bersamaan antara beberapa media misal USB, DVD-ROM, Hardisk, Folder my documents atau lainnya.

Q-Dir berbasis windows explorer, sehingga hampir semua fitur manajemen file di windows explorer bisa kita dapatkan di Q-Dir ini. Ukurannya yang kecil, cepat dan portable menjadi keunggulan aplikasi ini. Beberapa fitur utamanya antara lain :

  • Favorites, akses cepat untuk folder yang sering diakses
  • Drag & drop, baik dalam panel Q-dir atau dengan aplikasi lain termasuk windows explorer
  • Views : Large icons, tiles, list juga thumbnail
  • Export daftar file/folder ke Excel, TXT atau HTML
  • Screen Magnifier
  • Filter file-file tertentu dengan warna yang berbeda
  • Fitur untuk men-filter (menampilkan file-file tertentu saja)
  • Mengubah banyaknya tampilan dengan mudah : single, double, triple dan quad panel

Untuk melihat fitur lebih dan mengatur berbagai fitur yang disediakan, silahkan melihat menu Extras > … more options.

Selain berbagai fitur diatas, kita akan mendapatkan banyak fitur menarik yang tidak ada di Windows Eplorer. Uniknya dengan semua fitur tersebut, Q-Dir merupakan aplikasi yang sangat kecil. Versi 4.5 ( terbaru ketika artikel ini ditulis) edisi portable, ukuran download hanya sekitar 398 KB, dan ukuran file exenya sendiri hanya 651 KB.

Q-Dir kompatibel dengan hampir semua Windows ( Windows 98, Me, NT, 200, XP, 2003, Vista, server 2008 dan Windows 7). Ingin mencobanya sendiri ? silahkan langsung menuju halaman Download Q-Dir

Share:

Bagaimana mengatur BIOS agar Komputer Booting dari USB Flashdisk ?


Sebelumnya saya beberapa kali mengulas cara membuat bootable CD dan USB Flashdisk. Salah satunya ketika menulis tentang membuat installasi windows 7/vista dari USB Flashdisk. Tetapi mungkin sebagian kita belum tahu bagaimana cara mengatur agar komputer bisa booting dari Flashdisk. Untuk bisa booting dari USB, kita harus mengubah setting atau pengaturan BIOS, yang sebenarnya cukup mudah.
Bagi yang belum tahu apa itu BIOS, sebagai sedikit gambaran, BIOS (Basic Input/Output System) secara sederhana merupakan sebuah system di dalam Chip Motherboard yang bertugas mengenali dan menyiapkan perangkat keras/hardware komputer saat PC pertama kali dinyalakan, seperti Hardisk, Processor, VGA, Memory (RAM), DVD Rom dan lainnya. Jika semua beres maka Sistem Operasi (seperti windows,Linux) baru mulai dijalankan.

BIOS akan mendeteksi perangkat (hardware) apakah yang akan diakses pertama kali dan apakah ada sistem operasi didalamnya (biasa dikenal dengan Boot Order, Boot Priority atau sejenisnya). Ada banyak vendor BIOS yang digunakan, yang populer antara lain AMI (American Megatrends Inc.), Phoenix dan Award BIOS. Meskipun demikian, pengaturan ini pada dasarnya hampir sama.
Untuk memperjelas, berikut langkah pengaturan dengan BIOS Phoenix dan AMI, agar komputer booting pertama kali membaca USB Flashdisk:
  1. Pasang USB Flasdisk yang berisi sistem yang akan dijalankan di komputer (PC) atau laptop
  2. Hidupkan komputer jika belum menyala, jika komputer masih hidup, Restart terlebih dahulu.
  3. Ketika muncul pesan atau tulisan awal, biasanya ada informasi tekan tombol tertentu untuk masuk ke BIOS atau System Utilities. Bisa tekan beberapa kali untuk memastikan. Berikut contoh beberapa pesan yang sering muncul:
    • Press DEL to enter BIOS setup ( berarti kita tekan tombol Delete, di hampir sebagian besar PC)
    • Press F2 for System Utilities ( Berarti kita tekan tombol F2, misanya : di laptop/netbook )
    • Di beberapa PC/Laptop, mungkin dengan tombol yang berbeda, pastika untuk memeriksa pesan awal yang tampil.
  4. Setelah kita masuk ke BIOS (seperti tampilan dibawah ini), kita bisa mulai mengatur urutan proses booting.

  5. Cari Menu BOOT, jika tidak ada, cari di menu lain yang didalamnya ada keterangan seperti : Boot, Booting, Boot Order, Boot Priority dan sebagainya
  6. Jika USB Flashdisk sudah dipasang dan BIOS juga mendukung pengenalan USB, seharusnya akan tampil seperti berikut:
    Untuk BIOS tertentu, seperti misalnya AMI BIOS, hanya ada 1st Boot dan 2nd Boot, sehingga mungkin USB Flashdisk tidak akan langsung tampil di pilihan/urutan booting.


    maka perlu di cek di pilihan lain, masih di menu utama BOOT, disini adalah Hard Disk Drives. Pastikan USB Flashdisk dipindahkan di urutan pertama.
  7. Selanjutnya ubah agar Flahsdisk berada di urutan pertama di urutan booting ( biasanya ada keterangan Boot Priority Order, Boot Device Priority dan sejenisnya)

  8. Setelah selesai, lihat menu Exit dan Pilih menu Exit Saving Changes atau Save Changes and Exit
  9. Pengaturan akan tersimpan dan komputer akan restart, selanjutnya komputer pertama kali akan membaca USB Flashdisk
Jika flashdisk sudah dimasukkan tetapi tidak terdeteksi, ada beberapa kemungkinan, seperti: BIOS belum mendukung teknologi untuk mendeteksi USB sebagai media booting. Kemungkinan kedua adalah Flashdisknya mengalami kerusakan atau perlu di set agar USB Flashdisk dideteksi sebagai Hard drives, seperti contoh di atas. Untuk sebab pertama mungkin bisa diatasi dengan Update (Upgrade BIOS), bisa membaca caranya di artikel saya Bagaimana cara meng-upgrade BIOS
Di beberapa BIOS mungkin pengaturannya tidak sama persis dengan yang dicontohkan diatas, tetapi intinya sama, mengatur urutan Booting di BIOS. Jika kita tidak merlukan booting dari USB Flashdisk lagi, sebaiknya pengaturan di kembalikan ke keadaan sebelumnya (ebsoft)
Share:

Perbaikan Kerusakan Sistem Komputer akibat Virus


Komputer yang sudah di bersihkan dari virus atau malware (worm, trojan dan sebagainya), tidak berarti komputer sudah normal kembali. Biasanya dampak setelah komputer terkena virus cukup banyak sehingga beberapa setting windows tidak bisa diakses, misalnya Task Manager, Registry Windows, Folder Options dan sebagainya. Untuk memperbaiki setting-setting itu kita bisa menggunakan software gratis Re-Enable.

Dengan hanya satu klik saja, maka berbagai setting windows yang tidak bisa diakses karena dampak virus akan dikembalikan ke keadaan semula (normal). Penggunaan Re-Enable sangat mudah, karena hampir tidak perlu kemampuan ahli untuk menggunakannya. Re-Enable dibuat untuk mengembalikan berbagai setting windows yang biasanya diubah oleh virus, seperti :

  • Registry Editor "regedit”
  • Command console / prompt "cmd”
  • System Restore
  • Start Menu, Run Command
  • Task Manager
  • Task Scheduler
  • Safe Mode, jalankan dari menu Tools
  • Restore F8 Safe mode "xp only” jika "NTLDR has been modified”
  • Menu Klik kanan (contect menu)
  • My Computer Properties
  • Search di Folder Options windows Explorer dan menu
  • MS Config (khusus win xp)
  • Restore key registry explorer
  • dan berbagai fitur lainnya

Pastikan bahwa komputer sudah sudah bebas dari virus untuk mendapatkan hasil yang di inginkan. Karena jika komputer masih terkena virus (virus masih aktif), setelah di aktifkan dengan Re-Enable, kemungkinan setting akan di ubah lagi oleh virus.

Re-Enable dikembangkan dengan Microsoft .Net Framework, sehingga untuk menjalankannya di komputer harus terinstall Microsoft .Net framework 3.5 sp1 atau diatasnya. Tetapi bagi yang belum ada .net, tersedia juga versi yang sudah menyertakan .net didalamnya, hanya saja ukurannya cukup besar (sekitar 22.8 MB)

Jika di komputer sudah terinstall .Net 3.5 sp1, maka kita tinggal download Re-Enable Lite yang ukurannya sekitar 773 KB saja. Untuk mendapatkan software ini silahkan langsung mengunjungi Halaman Download Re-Enable.

Share:

Monitor Aktivitas Penggunaan Komputer dengan Wamon


Sebelumnya saya pernah mengulas salah satu software untuk memonitor dan menganalisa penggunaan komputer dengan Manictime. Kini kita juga bisa memonitor aktivitas penggunaan komputer baik lokal maupun jaringan dengan software alternatif gratis + opensource, Wamon (Windows Activity Monitor). Dibanding Manictime, wamon mempunyai beberapa kelebihan disamping ada juga kekurangan. Meskipun begitu, software ini patut kita coba jika kita memang memerlukan data aktivitas penggunaan komputer.

Wamon sangat bermanfaat untuk mengetahui apa saja yang kita gunakan dengan komputer kita. Dengan melihat rangkuman atau ringkasan aktivitas penggunaan komputer, kita akan lebih mudah mengatur dan mengevaluasi penggunaan komputer. Jika komputer kita digunakan lebih dari satu orang, maka dengan software ini akan lebih bermanfaat untuk memata-matai mengetahui dan mengevaluasi penggunaannya.

Fitur-fitur Wamon :

  • Sofware yang kecil dan ringan, sehingga tidak memberatkan kinerja komputer.
  • Mampu merekam aktivitas (aplikasi dan waktu) yang sedang digunakan (aktif)
  • Report atau laporan bisa diakses melalui jaringan (network), sehingga bermanfaat misalnya untuk memantau aktivitas komputer dalam kantor, warnet dan penggunaan banyak komputer dalam jaringan lainnya.
  • Pengaturan yang sederhana dan mudah
  • Bisa memantau process atau aplikasi yang sedang aktif di background, dengan menambahkan nama aplikasi atau proces yang diinginkan.
  • Bisa melihat laporan per user (pengguna) atau total seluruh user
  • Tampilan laporan dalam grafik (pie chart) dan juga daftar (Timesheets) yang bisa diatur tanggalnya.
  • Jika anda pengguna yang terbiasa menggunakan regular expression, bisa membuat laporan dalam group sesuai dengan data yang kita inginkan.

Penggunaan wamon

Pertama-tama download aplikasi ini dari halaman Download Wamon ( 1.3 MB). Selanjutnya install di komputer. Wamon akan berjalan sebagai service (berjalan di background) dan memantau aktivitas penggunaan aplikasi komputer.

Pengaturan Wamon berbasis web, sehingga laporannya pun kita lihat melalui web browser. Dengan installasi dan setting bawaan, untuk mengakses report atau laporannya, bisa langsung kita klik http://127.0.0.1:57824/stats, yang nantinya akan membuka web browser dan akan ditampilkan statistik penggunaan aplikasi hari ini (seperti contoh gambar diatas). Terdapat beberapa menu, yaitu : Statistics, Groups, Timesheets, Processes dan Settings. Laporan dapat ditampilkan per hari atau rentang dalam beberapa hari tertentu.

Dibanding Manictime, Wamon terasa lebih ringan dan sepertinya tidak ada kebutuhan khusus untuk menginstallnya ( berbeda dengan Manictime yang memerlukan Microsoft .NET Framework 3.5 SP1 ).

Kelebihan lain, laporan wamon bisa di akses melalui jaringan, sehingga memudahkan bagi administrator/operator yang mengelola banyak komputer melalui satu komputer. Selain itu adanya Group memungkinkan kita mengelompokkan aplikasi tertentu dalam satu bagian, misalnya Office, Internet dan lainnya. Program yang bersifat OpenSource juga menjadi kelebihan, karena dengan ini software bisa dikembangkan sendiri.

Ada kelebihan tentu ada kekurangannya juga, seperti misalnya data yang direkam hanya nama program utamanya saja, misalnya Firefox. Judul dan halaman yang diakses tidak ikut disimpan dalam laporan seperti halnya Manictime. Meskipun hal ini ada sisi positifnya, yaitu data yang tersimpan tentu akan lebih kecil.

Share
Share:

Mencegah Orang Lain Install Program di Komputer Kita

Komputer Kita https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgczr7gZ_YzcC74pBy46KvJ0vzeoisMNbMxPLqlP-iThJ6vSNEbhR5tlNVM6GiGmAuwl9GzKM3JnLojK80XpZ0eugL3ufeuohj57xNeQ3Wn_7VbQbOe3-rOysYIUhsI2kWZZ7HGTAF_CqI/s1600/1nV53859.pngBuat kalian yang tidak ingin computer nya di install apapun oleh orang lain tanpa seijin dari yang punya, Kalian Bisa Menggunakan Aplikasi/Program Install-Block, kalo untuk warnet memang sangat diperlukan selain memakai DeepFreeze.
Untuk yang mempunyai warnet dengan Menggunakan aplikasi ini dengan tujuan agar user tidak macam-macam ngasal instal di komputer client.misal mereka ingin masang keylogger
Software ini sudah sekalian dengan crack nya jadi tidak usah bingung cari crack nya.
Selain itu instal block juga bisa memblokir kata-kata yang berhubungan dengan porno,seks atau sejenisnya, dengan cara menambah kata-kata di dalam instal block

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgczr7gZ_YzcC74pBy46KvJ0vzeoisMNbMxPLqlP-iThJ6vSNEbhR5tlNVM6GiGmAuwl9GzKM3JnLojK80XpZ0eugL3ufeuohj57xNeQ3Wn_7VbQbOe3-rOysYIUhsI2kWZZ7HGTAF_CqI/s1600/1nV53859.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAJXD5eYn6x4FWOXul8mdk8WvGMpTgTxpxA6NGVeY02cIFgst2B2eKjO9wIfoegrcLzf_HIdE1I_uY5a6HiuX7ahQdn2dtvtpqk5SYlqR57o5Y2L1b1iCoa78mvZ2pXZnsBzC4wxbQ-ao/s1600/install+block+full+versionx.gif

software ini juga bisa dikasih notice, jadi misal kalo ada user atau temen mau instal software lain bisa nongol tulisan "untuk melakukan installasi software silahkan hubungi bla bla bla, mohon maap atas ketidaknyamanan ini terima kasih"
Bisa di edit terserah dengan tulisan yang diinginkan.

cara instalnya gampang :
1. instal "instalblock setup aplication" ( next..next..sampe finish jika diminta restart jangan restart dulu)
2. instalblock akan berada ditaskbar windows sudut kanan bawah (gambar komputer yg di silang )
3. klik kanan instalblock lalu exit dan masukkan passwordnya ( password standar adalah password atau admin )
4. copy crack instalblock (bsib.exe bash software )
5. paste ke Data C - program files - bash software - instal block
6. jalankan instalblock di start menu - allprogram - bash software - instalblock
7. setelah itu akan muncul instalblock di taskbar
8. klik dan masukkan password standar tadi yaitu password atau admin ( password nantinya bisa kita ubah )
9. selesai dan silahkan berkreasi sendiri.

download instal block 2.0.6 disini

setelah download MATIKAN DULU ANTIVIRUSnya

Sumber : http://ikirlavens.blogspot.com/2010/03/mencegah-orang-lain-instal-program.html
Share:

Backup Data/Windows dengan EASEUS Todo Backup Home 2.0

Salah satu pengembang software yang berfokus dalam hal data dan recovery ( hardisk) adalah Easeus. Beberapa software bermanfaatnya bisa kita dapatkan secara gratis, seperti misalnya Easeus Partition Master dan Easeus Data Recovery Wizard. Belum lama ini, Easeus kembali merilis versi baru salah satu produknya, Easeus ToDo Backup Home 2.0.

Biasanya jarang pengguna komputer yang rutin melakukan backup data-data penting komputer, padahal proses backup merupakan hal yang sangat penting, apalagi jika data-data di komputer sangat berharga. Karena kesalahan delete, kerusakan dari virus, hardisk bermasalah bisa menyebabkan data-data penting kita rusak/hilang.

Easesus ToDo Backup Home 2.0 merupakan software yang bisa kita download dan gunakan secara gratis. Sebelumnya saya sudah pernah membahas juga software sejenis yaitu FBackup. Hanya saja Easeus memberikan fitur lebih. Seperti namanya, selain menyediakan fitur backup data, beberapa fitur lain juga disertakan. Berikut beberapa fitur Easeus ToDo Backup Home 2.0 :

  • System Backup and Recovery. Easeus mampu mem-backup keseluruhan sistem operasi (windows) termasuk aplikasi yang di install didalamnya On the Fly (tanpa harus menginterupsi kerjaan kita)
  • File and Folder Backup. Fitur untuk mem-backup file-file di lokasi folder tertentu atau berdasarkan tipe file. Dan bisa di set secara otomatis, harian, mingguan, bulanan, event tertentu dan lainnya
  • Incremental Backup. Fitur yang hanya mem-backup perubahan-perubahan yang terjadi saja, sehingga hardisk yang dipakai lebih kecil
  • Backup Schedule, kita dapat melakukan backup berdasarkan waktu atau event tertentu, seperti ketika startup windows
  • Backup Management, yang mengijinkan kita untuk memanajemen hasil backup, termasuk konversi ke format VMware atau Virtual PC
  • Disk Tool, beberapa fitur berhubungan dengan disk, seperti Cloning, untuk migrasi/upgrade partisi, Partition wipe untuk menghapus data lebih aman
  • Fitur untuk menyimpan data ke CD/DVD, FTP termasuk juga ke eksternal HDD

Untuk fitur lengkap termasuk langkah-langkah menggunakan di masing-masing fitur, bisa langsung mengunjungi halaman Easeus ToDo Backup Home 2.0. Di versi 2.0 ini, selain fitur diatas, Software ini juga tampil dengan antarmuka yang baru, sehingga fitur-fitur yang disediakan bisa diakses lebih mudah. Easeus ToDo Backup Home dapat berjalan di Windows 2000/XP/Vista/Windows 7.

Download tb_home.exe Lokasi 1, tb_home.exe Lokasi 2 ( 63.6 MB)

Share:

Kenali Suara Hardisk untuk Mencegah Kehilangan Data

Sebagaimana perangkat yang lain, Hardisk komputer atau Laptop yang kita gunakan juga mempunyai umur. Jika sudah cukup lama kadang Hardisk mengeluarkan suara tertentu. Nah jika Hardisk kita sudah mengeluarkan suara (aneh) tertentu dan masih bisa digunakan/akses, sebaiknya data-data penting segera diamankan, misalnya dengan backup data ke media lainnya.

Hampir semua hardisk mengeluarkan suara yang berbeda jika Hardisk ini sedang bermasalah atau sudah mendekati umurnya, tetapi setiap vendor Hardisk biasanya mengeluarkan suara yang berbeda. Bagaimana kita mengetahui suara aneh ini di Hardisk yang kita gunakan ?

Sebuah perusahaan (jasa) Data Recovery, DataCent telah membuat sebuah database yang berisi berbagai suara Hardisk yang bermasalah atau sudah sampai umurnya. DataCent menyertakan berbagai merk Hardisk populer seperti : Western Digital, Seagate, Maxtor, Samsung, Hitachi/IBM, Toshiba, Fujitsu serta Quantum.

Pilih jenis Hardisk sesuai dengan Merk atau vendor yang kita gunakan, kemudian coba dengan beberapa suara yang ada disana. Jika Hardisk kita bersuara mirip dengan apa yang ada di Data Cent, maka segera Backup Data-data penting yang ada di hardisk, karena kemungkinan hardisk sudah mengalami kerusakan (silahkan lihat deskripsi detailnya di Hard drive sounds).

Untuk mendengarkan suara, klik saja icon (gambar segitiga) yang ada di setiap vendor Hardisk dari website DataCent.

Jika data sudah di backup, untuk mengatasi hardisk yang bermasalah ini, mungkin bisa dicoba dengan mem-format penuh hardisk tersebut, dan lihat hasilnya. Jika ternyata suara aneh masih tetap terdengar, maka siap-siap untuk mengganti dengan hardisk yang baru.

Jika belum tahu apa merk atau vendir Hardisk yang kita gunakan, maka kita bisa menggunakan sofware gratis seperti misalnya Speccy

Share:

Mengetahui Informasi Lebih Detail CD/DVD-ROM/RW

Salah satu perangkat keras (hardware) komputer/laptop yang mungkin biasa kita gunakan adalah CD/DVD ROM atau RW (ReWritable). Tetapi mungkin sebagian kita tidak begitu mengenal atau tahu spesifikasi detail tentang DVD ROM atau keping DVD yang kita gunakan. Untuk mengetahui spesifikasi komputer secara umum, software seperti speccy mungkin cocok, tetapi untuk urusan CD,DVD atau Blu-ray kita bisa menggunakan VSO Inspector.

VSO Inspector merupakan software gratis yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi detail tentang perangkat (Drive) CD, DVD atau Blu-Ray. Informasi seperti firmware yang digunakan (termasuk tanggal-nya), kecepatan maksimal serta berbagai fitur yang di dukung oleh media ini. Selain itu kita juga bisa mengetahui informasi tentang keping CD/DVD yang kita masukkan.

Beberapa penjelasan tentang tampilan dan fitur dari VSO Inspector adalah sebagai berikut:

  • Device Features, memberikan informasi detail tentang drive CD, DVD atau Blu-ray, seperti : Model, Format baca dan tulis CD/DVD yang didukung, tanggal dan versi firmware yang digunakan, ukuran buffer dan lainnya.
  • Media, memberikan informasi tentang keping CD/DVD yang dimasukkan, seperti : Jenis media, kecepatan tulis yand didukung dengan drive , jumlah layer, kapasitas, dan lainnya.
  • Scan, untuk mengetahui kondisi data yang ada di keping CD atau DVD, termasuk membaca data yang ada per sector.

Jenis media seperti DVD-ROM, DVD+R, DVD+RW, DVD-R dan lainnya. Untuk mengenai perbedaan beberapa jenis DVD atau CD ini, bisa membaca artikel saya sebelumnya Mengenal Perbedaan CD/DVD -R +R RW

Fitur Scan dapat kita gunakan untuk memeriksa apakah ada data yang rusak atau error di keping CD atau DVD kita. Jika ada error maka akan ditampilkan di warna orange atau merah. Jika kita ingin mengecek area tertentu dari keping CD/DVD, kita bisa menggunakan opsi dari tombol Advanced. Jika kita menemukan ada error, maka untuk menyelamatkan data, kita bisa menggunakan software CD Recovery Toolbox.

Jika kita ingin mengetahui spesifikasi lengkap hardware komputer, kita bisa menggunakan software gratis seperti Speccy, termasuk informasi umum mengenai CD/DVD Drive yang terpasang di komputer. Tetapi untuk masalah CD, DVD, atau Blu-Ray Drive dan kepingnya, VSO Inspector memberikan informasi yang lebih detail.

Download VSO Inspector ( 2.89 MB)

Share:

Komputer sering Hang? Test Memori (RAM) dengan Memtest86+


Pernah atau sering mengalami masalah dengan komputer? terutama komputer yang sering hang (crash)? Permasalahan komputer "hang” atau muncul tulisan biru (blue screen) bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, terutama masalah hardware, salah satunya adalah RAM atau Memori yang bermasalah. Dan berkaitan dengan Memori ini, memang tidak mudah untuk mengeceknya. Tetapi kita bisa menggunakan software gratis Memtest86+.

Jika kita pernah mengutak-atik hardware (perangkat keras) komputer, mungkin tidak asing dengan salah satu software untuk mengetest kondisi Memori (RAM) yang dulu pernah populer, Memtest86 (tanpa tanda plus). Tetapi software ini sudah lama tidak di update (perbarui) sejak tahun 2002, sehingga masih ada masalah dengan perangkat baru (terutama CPU) yang muncul sesudahnya.

Memtest86+ merupakan update dan perbaikan dari software Memtest86 sebelumnya, berbagai deteksi CPU baru sudah ditambahkan sehingga masih tetap berjalan dengan hardware baru sampai saat ini. Terakhir update sekitar pertengahan tahun 2010 kemarin, sehingga masih cukup "fresh”.

Tidak seperti software lain yang berjalan dibawah windows, Memtest86+ berjalan melalui bootable media, sehingga tidak tergantung apa sistem operasi yang di gunakan di komputer. Untuk menggunakannya diperlukan media seperti CD Rom, USB Flashdisk atau Floppy disk.

Jika kita memilih menggunakan CR-Rom, download memtest86+ dalam bentuk ISO, selanjutnya gunakan software burning untuk membuat bootable CD. Untuk lebih mudah, kita bisa menggunakan USB Flashdisk, download versi USB Installer, buka zip dan jalankan file Memtest86+ 4.10 USB Installer.exe. Untuk installer USB ini dijalankan melalui windows, tetapi Bootable USB Flashdisk bisa digunakan di sistem operasi apa saja, asal komputer bisa di set untuk booting melalui windows.

Jika ada masalah dengan Memori, hasil scan atau test akan menampilkan informasi error dengan warna merah seperti gambar berikut ( image kredit wikipedia)

Bagaimana jika RAM bermasalah/Error ?

Jika RAM ada yang error, sebaiknya segera diganti, karena meskipun hanya sedikit tetapi hal ini kemungkinan akan sering menyebabkan komputer hang/crash. Biasanya RAM/Memori bergaransi lifetime, sehingga perlu dicoba untuk ditukar ke toko tempat membeli RAM tersebut.

Untuk mendapatkan Memtest86+ ini kita bisa download dengan memilih beberapa media yang disediakan, yaitu :

Informasi selengkapnya bisa mengunjungi website Memtest86+

Share:

Tips mengatasi Printer yang “bandel” ketika mencetak


Bagi kita yang sering mencetak dokumen atau apa saja dengan printer, terkadang mengalami masalah membandel-nya proses mencetak. Ketika mencetak beberapa dokumen, kemudian dokumen pertama gagal (error) biasanya printer berhenti mencetak, antrian data tidak mau dihapus dan kadang komputer harus di restart untuk memulai mencetak lagi.

Dengan program kecil dan gratis, Stalled Printer Repair, kita bisa mengatasi hal tersebut dengan mudah.


Proses mencetak ke printer bisa terhenti karena berbagai sebab, seperti data yang rusak ketika dikirim ke printer atau proses printing yang tidak lengkap di kirim aplikasi tetapi tidak bisa di hapus. Sehingga daftar antrian cetak berikutnya tidak akan bisa dijalankan. Hal ini biasanya di kenal dengan istilah Stalled/Stuck Print Job.

Dengan Stalled Printer Repair, kita bisa menghapus semua daftar antrian di printer, kemudian mengulangi proses printing tanpa harus restart komputer. Beberapa fitur aplikasi ini antara lain:

  • Mendeteksi adanya Stalled Print Jobs
  • Menghapus semua daftar antrian yang tidak bisa di print.
  • Aplikasi bersifat portable, tidak perlu di install dan tidak menulis di registry

Stalled Printer Repair ( 346 KB). Cara penggunaannya sangat mudah. Setelah download, buka zip kemudian jalankan programnya. Jika ada Antrian di print maka akan ditampilkan seperti gambar di atas. Kemudian jika ingin menghapus semua antrian tersebut, klik Purge Print Jobs. Selanjutnya kita bisa mengulagi proses printing.

DownloadStalledPrinterRepair.zip

Menghapus "Stalled Print Jobs” secara manual

Selain dengan program di atas, kita bisa menghapus daftar antrian yang tidak bisa di cetak (print) dengan cara manual sebagai berikut :

  1. Buka Control Panel > Administrative tools> Service
  2. Cari "service” yang namanya Print Spooler kemudian klik kanan dan pilih Stop. Jangan ditutup dulu window Service
  3. Buka folder Windows sistem, biasanya di C:\WINDOWS\system32\spool\PRINTERS
  4. Hapus semua file yang ada di folder tersebut. File basanya dengan ekstensi *.spl dan *.shd
  5. Setelah semua dihapus, seperti langkah no 2, tetapi klik kanan Print Spooler dan pilih Start
  6. Ulangi proses printing dokumen

Selain dengan dua cara diatas, satu lagi dengan file batch file. Download Printer.bat (249 bytes), kemudian jalankan langsung. File ini berisi perintah MS-DOS (command prompt) untuk menjalankan penghapusan antrian printer seperti langkah manual diatas.

Referensi :
- Megaleecher
- fantasticfreeware

Share:

Konversi dan Manajemen berbagai format E-book dengan Calibre

Dengan mulai meluasnya peredaran berbagai perangkat elektronik, khususnya pembaca ebook ( ebook reader), ebook yang biasanya berformat PDF kini terdapat puluhan format ebook yang berbeda. Masing-masing perangkat kadang hanya bisa membaca format ebook tertentu. Bagaimana jika kita hanya punya ebook dalam format PDF dan ingin di konversi ke forma lain ? Kita bisa menggunakan software gratis, Calibre.

Calibre tidak hanya gratis (free), tetapi juga open source. Konversi berbagai format ebook hanya merupakan salah satu fitur yang disertakannya. Calibre memberikan berbagai fitur termasuk Manajemen Koleksi ebook yang kita miliki, sinkronisasi ebook dengan ebook reader, download berita dari website dan dijadikan ebook, pembuka berbagai format ebook dan lainnya.

Kali ini kita akan sedikit membahas tentang konversi berbagai format Ebook. Jika kita hanya punya satu format ebook, misalnya PDF, dan ingin membaca ebook di perangkat lainnya, maka Calibre merupakan software yang cocok untuk melakukan hal ini.

Format yang didukung

Untuk masukan file (Input), format file yang didukung yaitu : CBZ, CBR, CBC, CHM, EPUB, FB2, HTML, LIT, LRF, MOBI, ODT, PDF, PRC**, PDB, PML, RB, RTF, SNB, TCR, TXT.

Selanjutnya untuk keluaran atau hasil konversi ebook (Output) adalah : EPUB, FB2, OEB, LIT, LRF, MOBI, PDB, PML, RB, PDF, SNB, TCR, TXT

Melihat format-format diatas, format dokumen doc tidak terlihat. Hal ini karena format doc dinilai kurang (tidak) konsisten dengan spesifikasi formatnya sendiri. Sehingga jika kita punya dokumen dalam format doc, sebaiknya disimpan (export) dalam format PDF terlebih dahulu atau disimpan dalam format RTF, baru kemudian di konversi ke format ebook lainnya.

Penggunaan

Untuk menggunakan Calibre, setelah di download dan di install, maka setelah dijalankan pertama kali, Calibre akan menanyakan lokasi (folder) untuk menempatkan ebook yang kita masukkan. Tampilan Calibre halaman utama seperti berikut:

Setelah Calibre dijalankan, maka kita bisa langsung menambahkan ebook-ebook ke dalamnya ( melalui Icon Add books ). Selanjutnya Calibre akan mengatur dan menampilkan ebook, bisa berdasarkan format filenya (ebook), penulisnya, seri, penerbit, rating dan lainnya.

Beberapa fungsi yang bisa didapatkan baik melalui menu di Icon program atau klik kanan dari daftar ebook, antara lain :

  • Mengubah (edit) metadata. Untuk mengubah informasi internal tentang ebook, misalnya: Penulis, judul, tags, penerbit, cover buku, ISBN memberikan komentar dan lainnya
  • Konversi Format Ebook, baik konversi ebook yang dipilih (melalui menu Convert Individually) atau langsung banyak ebook (Bulk convert).
  • Membuka langsung ebook yang ada. Jika kita mendapatkan format ebook yang tidak bisa dibuka, maka bisa kita coba masukkan ke Calibre dan lihat/baca melalui menu View.
  • Membagi ebook (share)
  • mendapatkan berita dari website tertentu (menu Fetch news)
  • Menyimpan ebook format tertentu ke folder/disk
Calibre bisa didapatkan dari halaman Download website http://calibre-ebook.com. Tersedia untuk Windows (ukuran 37 MB), Mac dan Linux.
Share:

Manyimpan Artikel Web/blog Menjadi PDF dengan JoliPrint

Ketika kita membaca sebuah artikel atau tutorial di internet, terkadang kita ingin menyimpan tutorial tersebut sehingga bisa kita baca offline atau sebagai koleksi kita. Ada berbagai cara untuk melakukan hal ini, misalnya menyimpan menjadi gambar, dalam format mhtml, maff dan lainnya. Salah satunya alternatif lain adalah menyimpan dalam bentuk PDF, dan pendatang baru dalam hal ini adalah JoliPrint.

Sebelumnya saya pernah membahas cara menyimpan sebuah halaman web secara utuh dengan salah satu add ons Firefox MAFF ( Mozilla Archive Format), selain itu juga pernah membahas menyimpan halaman web menjadi PDF menggunakan website pdfmyurl.

Kini ada alternatif yang patut dicoba untuk menyimpan sebuah artikel/tutorial web menjadi PDF, degan JoliPrint. Ketika menyimpan artikel biasanya kita tidak ingin menyertakan berbagai konten yang tidak penting, seperti misalnya iklan, sidebar (menu-menu bagian kiri/kanan), footer (menu/isi bagian bawah), header dan lainnya, kita hanya ingin isi artikelnya saja. Nah, dengan JoliPrint kita bisa mendapatkan hal ini.

JoliPrint akan menyimpan artikel sebuah web/blog dengan hanya memasukkan link artikel tersebut. Tidak seperti konversi ke PDf lainnya yang biasanya menyertakan semua isi website, termasuk iklan, menu-menu atas, kiri dan bawah termasuk gambar yang bukan bagian artikel, JoliPrint hanya akan membuat halaman PDF untuk konten dan apa yang dianggap penting saja.

Tampilan hasil PDF juga terlihat lebih baik dibanding hasil dari PDFmYURL, karena ditampilkan menjadi 2 kolom dan gambar yang ada ukurannya akan otomatis disesuaikan. Selain tampilan yang lebih bagus dan enak dibaca, ukuran file PDF biasanya menjadi lebih kecil.

Contoh tampilan PDF hasil konversi artikel:

Bagi Pemilik Blog/Web

Bagi pemilik web atau blog, kita bisa membuat link yang bisa dipasang di blog kita sehingga pengunjung bisa langsung download artikel versi PDF dengan sekali klik saja. Pengguna WordPress bisa memanfaatkan Plugins yang sudah disediakan ( bisa di dwonload dari halaman JoliPrint plugins ).

Bagi pemilik blog lain, baik bagi yang menggunakan CMS (Content Management System) atau web blog hosting seperti blogger, wordpress.com juga bisa menyertakan link download pdf dengan menambahkan link yang bisa diperoleh dari websitenya. Informasi selengkapnya silahkan kunjungi web JoliPrint.

Share:

Mencoba Linux di Windows dengan Linux Live USB Creator

Dengan semakin banyak dan berkembangnya Sistem Operasi Linux, terutama banyaknya distro Linux gratis yang bisa kita gunakan seperti Ubuntu, Kubuntu, Fedora, PCLinuxOS dan lainnya, mungkin membuat sebagian yang belum pernah mencoba penasaran. Bagi pengguna Windows, ada alternatif untuk mencoba tanpa harus install di komputer, dengan menggunakan USB Flashdisk saja.

Sebelumnya saya juga pernah mengulas tentang Membuat Bootable Linux dalam USB Flashdisk dengan software UNetBootin. Kini ada alternatif software lain yang lebih mudah dan juga mempunyai beberapa kelabihan lain, yaitu Linux Live USB Creator ( disingkat LiLi ).

Linux Live USB Creator mendukung berbagai distro Linux, selengkapnya bisa dilihat di Supportes Linuxes. Selain bisa membuat bootable USB Linux, dengan Lili ini, kita juga bisa membuat Linux langsung berjalan di windows tanpa harus booting. Dibanding UNetBootin, penggunaannya juga lebih mudah.

5 Langkah Mudah

Untuk membuat Bootable Linux dalam USB, software ini memberikan 5 langkah mudah. Ketika menjalankan pertama kali, langsung tampil ke-5 langkah ini dengan penjelasan yang mudah diikuti. Berikut tampilan awal program ini :

Penjelasan Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Pilih USB Flashdisk yang akan di isi dengan Linux, USB harus dengan Format FAT atau FAT32. Jika USB sudah FAT atau FAT32, kita tidak perlu mem-formatnya.
  2. Langkah ini adalah memilih sumber distro Linux, bisa dari CD-ROM, file ISO yang sudah ada di hardisk atau jika kita punya koneksi internet yang cepat, pilih Download (langsung download dari internet)
  3. PERSISTENCE, merupakan pengaturan besarnya space USB yang akan digunakan untuk menyimpan data, konfigurasi yang kita ubah atau jika kita nanti ingin menginstall software tambahan di linux USB ini. Jika ini tidak di isi ( 0 MB), maka Linux di USB tetap bisa dijalankan, tetapi perubahan data di linux tidak akan tersimpan. Serta kita tidak bisa menyimpan data di linux dan menginstall software tambahan lain.
  4. Langkah 4 ini ada 3 pilihan : yang pertama apakah file-file yang diuat akan di sembunyikan (hidden), kedua apakah USB akan di format ( semua data akan hilang) dan ketiga untuk membuat versi portable di windows (perlu koneksi internet)
  5. Langkah terkhir adalah CREATE, klik icon halilintar warna kuning untuk mulai proses pembuatan. Sebelumnya kita bisa mengatur opsi tambahan dengan klik tombol OPTIONS

Setelah langkah 5 selesai, maka USB kita sudah berisi Linux dan siap kita coba. Restart komputer dan atur BIOS agar booting pertama kali membaca USB Flashdisk ( jika belum tahu bisa membaca artikel saya sebelumnya : Bagaimana mengatur BIOS agar Komputer Booting dari USB Flashdisk ? ). Di rekomendasikan memasang USB di port komputer bagian belakang.

Penjelasan tentang PERSISTENCE

Dengan adanya fitur Persistence, setelah kita booting dan menjalankan linux, maka segala perubahan (setting) atau penambahan file bisa tersimpan di USB. Kita juga bisa menginstall software di linux dan software ini akan tersimpan meski kita restart komputer atau booting ulang.

Jika Persistence ini di isi 0 MB, maka perubahan setting atau data di linux (misalnya mengubah theme/tampilan, wallpaper dsb) akan hilang ketika kita menjalankan ulang Linux di USB. Dan sampai artikel ini ditulis, jika kita menjalankan Linux USB ini secara langsung dari windows ( dengan VirtualBox ), maka fitur Persistence belum bekerja.

Membuat Versi Portable di windows

Di langkah ke 4 terdapat pilihan untuk membuat Linux bisa langsung dijalankan di windows tanpa harus booting. Tetapi jika ini dipilih, installasi akan memerlukan koneksi internet untuk download software tambahan, yaitu VirtualBox ( besarnya sekitar 68 MB). Dengan koneksi yang terbatas, tentu ini akan merepotkan, apalagi jika belum selesai tetapi proses pembuatan gagal di tengah jalan.

Alternatifnya, jika ingin membuat versi Windows, kita bisa download VirtualBox secara terpisah dari link yang sudah disediakan ( Download Portable Virtual Box – 68 MB). Selanjutnya Extract (atau buka virtual box) dan letakkan semuanya di USB yang sudah berisi linux yang sudah dibuat.

Setelah di extract ke USB akan ada folder bernama VirtualBox. Selanjutnya kita tinggal membuka folder ini dan menjalankan file Virtualize_This_Key.exe.

Download:
- Linux Live USB Creator Versi Installer (3 MB)
- Linux Live USB Creator Versi Portable (3.1 MB)

Informasi selengkapnya silahkan mengunjungi LinuxLiveUSB.

Share:

Promosi Software Konversi PDF Full Version, PDFZilla

Jika anda termasuk pengguna komputer yang memerlukan software konversi PDF ke word, RTF, text, Images, HTML atau PDF, kali ini kita berkesempatan mendapatkan lisensi software berbayar senilai $29.95 USD secara gratis. PDFZilla, merupakan software PDF Converter yang mampu mengkonversi dokumen PDF ke berbagai dokumen diatas sehingga selanjutnya bisa kita edit. Bagaimana kemampuannya ?

Sebelumnya saya juga pernah mengulas software konversi AnyBizSoft PDF Converter yang juga masih bisa kita dapatkan gratis. Kini PDFZilla untuk waktu terbatas ( berlaku sampai 5 Februari 2011) memberikan lisensi gratis yang bisa kita gunakan.

Apa saja fitur PDFZilla ?

  • Konversi dokumen PDF ke berbagai format, yaitu : MS Word, RTF, TXT, Images ( BMP, JPG, GIF atau TIF), HTML dan SWF
  • Konversi PDF untuk halaman tertentu saja
  • Batch Conversion, fitur untuk konversi banyak file PDF Sekaligus
  • Konversi hanya dengan 3 klik saja

Penggunaan software ini sangat mudah, kita tinggal jalankan PDFZilla, pilih koversi ke format yang di inginkan dan setelah itu tinggal memasukkan dokumen-dokumen PDF. Kemudian klik Start Converting Now untuk memulai konversi semua halaman. Atau jika kita memerlukan pegaturan lain (halaman tertentu), bisa dilihat atau di edit di menu Options.

Lisensi Gratis

Untuk menggunakan PDF Zilla full version, kita tinggal download PDFZilla dari link download yang disediakan ( Download PDFZilla 5.8 MB), selanjutnya install. Setelah selesai klik menu Register dan masukkan kode lisensi ini 8061822TWDV6YUK, kemudian klik OK. Kita sudah mendapatkan PDF Zilla Full version (standard edition)

Informasi Promosi ini selengkapnya bisa diakses di halaman PDFZilla Giveaway.

Bagaimana Kemampuannya ?

Setelah saya coba untuk konversi beberapa file PDF (ebook), PDFZilla mampu mengkonversi ke word tanpa ada masalah. Konversi ke word memang agak lama, terutama jika halaman PDF mencapai ratusan atau bahkan ribuan. Hasilnya cukup bagus, termasuk warna, ukuran font dan kualitas gambar. Hasil yang terasa kurang ketika konversi konten dengan layout khusus, seperti daftar isi serta jika ada beberapa font yang tidak standard.

Satu hal lagi yang mungkin kurang adalah hasil keluaran word yang mempunyai ukuran relatif sangat besar, bisa 10x sampai 20x ukuran file PDF (tergantung konten). Tetapi hasil keluaran ini jika di save as dengan format office 2007/2010 hasilnya akan jauh lebih kecil. Sebagai contoh, ketika konversi file PDF ukuran 5.7 MB, hasilnya file *.doc sekitar 113 MB. Ketika file doc ini di buka dengan office 2010 dan disimpan (save as) dalam format docx, ukurannya menjadi sekitar 4.7 MB.

Jika dibandingkan dengan AnybizSoft PDF Converter, untuk konversi PDF ke word, saya lihat hasilnya masih lebih unggul AnyBizSoft. Meskipun demikian, fitur konversi ke dokumen lain juga patut di apresiasi, seperti konversi PDF ke SWF yang tidak (belum) dimiliki AnybizSoft atau software sekelas lainnya
Share:

Facebook Page

TRANSLATE

Translate This Page
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Entri yang Diunggulkan

Keunikan Pulau Kumala, Destinasi Wisata Dekat Ibu Kota Baru

SuaraKaltim.id – Pulau Kumala merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang dekat dengan ibu kota baru Nusantara. Pulau Kumala terletak...

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog